Wonogiri, (31/01/2025) – Kabupaten Wonigiri yang memiliki letak berada di selatan pulau jawa di gugusan pegunungan sewu yang membentang dari dari Kabupaten Gunungkidul di Yogyakarta hingga Kabupaten Pacitan di Jawa Timur serta terletak di di pertemuan Lempeng Indo – Australia menyebabkan wonogiri memilki resiko tinggi menghadapi bencana alam seperti tanah longsor maupun gempa bumi. Pada Sabtu, 1 Februari 2025 terjadi gempa yang berpusat di Kabupaten Gunungkidul yang terasa hingga daerah Kabupaten Wonogiri. Masyarakat Kabupaten Wonogiri khususnya Desa Sumberjo saat ini belum memilki kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat bencana alam.
Untuk itu Mahasiswa KKN Tim I UNDIP 2024/2025 mengadakan pelatihan sekaligus pengadaan rambu darurat yang memiliki sasaran kepada anak – anak di Desa Sumberjo. Pelatihan ini berfungsi untuk mengedukasi agar memilki kesadaran dalam menghadapi situasi darurat sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban dari bencana alam. Pelatihan dan pengadaan rambu keselamatan ini diadakan oleh Anggita Ni’matun Zulfa, mahasiswa jurusan Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur Fakultas Sekolah Vokasi. Pengadaan rambu keselamatan terdiri dari Assembly Point dan Jalur Evakuasi.
Kegiatan Pelatihan ini berlangsung di MI Muhammadiyah Dusun Kedunglumbu Desa Sumberejo, diikuti para siswa kelas 1,2, dan 3 yang berjumlah 36 orang. Materi yang diberikan kepada para siswa adalah simulasi jika terjadinya gempa, serta para siswa dijelaskan tempat yang aman ataupun tempat berlindung ketika bencana alam seperti gempa bumi terjadi dan langkah yang harus dilakukan ketika terjadi situasi darurat yang disebabkan oleh bencana alam. Mahasiswa KKN Tim I UNDIP 2024/2025 juga melakukan pengadaan rambu keselamatan menandai assembly point yang harus memenuhi ketentuan yaitu berada di daerah lapang dan mudah dijangkau oleh semua orang yang berada di tempat tersebut agar tidak menimbulkan korban ketika proses evakuasi ketika terjadi situasi darurat bencana alam. Selain itu, Mahasiswa KKN Tim I UNDIP 2024/2025 juga melakukan pengadaan rambu jalur evakuasi yang dipasang pada titik – titik tertentu di MI Muhammadiyah Dusun Kedunglumbu Desa Sumberjo, yang mengarah ke assembly point yang sudah disediakan tadi. Pemasangan rambu ini bertujuan agar memudahkan orang ketika dalam situasi bahaya agar dapat melihat arah kemana tempat berlindung yang aman serta memudahkan evakuasi agar tidak salah tempat berlindung dikarenakan dalam situasi darurat orang akan panik atau tidak fokus yang dapat menyebabkan ancaman korban apabila tidak dilakukan di waktu yang tepat.
Menurut Bapak Muhammad Taufiq, S.Pd.I., selaku kepala Sekolah MI Muhammadiyah Dusun Kedunglumbu Desa Sumberjo, pelatihan tanggap darurat bencana dan pengadaan rambu keselamatan dapat memberikan edukasi kepada para siswa agar memilki tingkat kesadaran yang lebih dari ancaman bahaya bencana alam yang mungkin terjadi. Selain itu siswa juga dapat memberikan pengalaman pelatihan kepada orang tuanya dirumah sehingga menimbulkan efek domino untuk banyak orang di Desa Sumberjo.
Pelatihan tanggap darurat bencana dan pengadaan rambu keselamatan dilakukan pada lokasi yaitu MI Muhammadiyah Dusun Kedunglumbu Desa Sumberjo pada Jumat, 31 Januari 2025. Serta diserahkan poster mengenai bahaya bencana alam kepada Bapak Muhammad Taufiq, S.Pd.I., selaku Kepala Sekolah MI Muhammadiyah. Harapan dari Tim I KKN UNDIP tahun 2024/2025 dengan adanya pelatihan tersebut para warga Desa Sumberjo lebih sadar tentang bahaya ketika terjadi situasi darurat bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.
Penulis : Anggita Ni’matun Zulfa (Teknik Sipil Arsitektur, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro)
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) : Muhammad Ramdan, S.H., M.H.
Lokasi: MI Muhammadiyah Dusun Kedunglumbu,,Desa Sumberjo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri