Wonogiri, (18/01/2025) – Desa Sumberjo merupakan salah satu desa yang berdekatan dengan waduk Gajah Mungkur yang berada di Kecamatan Wuryantoro Kabupaten Wonogiri. Menjadikan sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dan memilki area persawahan yang luas. Sektor pertanian merupakan penggerak utama perekonomian pada Desa Sumberejo. Namun, pada pelaksanaannya para petani menghadapi beberapa kendala, di antaranya adalah masalah kekeringan yang terjadi pada musim kemarau sehingga menyebabkan padi yang ditanam mengalami gagal panen.
Walaupun berdekatan dengan Waduk terbesar di Jawa Tengah untuk saat ini yaitu Waduk Gajah Mungkur, pada musim kemarau desa Sumberjo masih mengalami kekeringan panjang yang mempengaruhi sektor pertanian di desa tersebut. Untuk itu Mahasiswa KKN Tim I Undip Tahun 2024/2025 membuat sumur Biopori yang merupakan sumur vertikal kedalam tanah. Fungsinya untuk meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah sehingga mengurangi genangan air, mencegah erosi, serta menambah cadangan air di dalam tanah. Pembuatan sumur biopori ini dilakukan oleh Anggita Ni’matun Zulfa, mahasiswa jurusan Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur Fakultas Sekolah Vokasi.
Sumur Biopori ini merupakan langkah awal dalam penganggulangan kekeringan yang terjadi nantinya pada musim kemarau. Sumur ini memilki ukuran kedalaman 50 cm menyesuaikan tanah yang ada di daerah sekitar Desa Sumberjo yang berbatu. Untuk lebar pipa paralon sumur biopori ini adalah 4 inch atau sekitar 10 cm. pada pembuatannya hal yang pertama dilakukan adalah mensurvei tempat lokasi yang nantinya akan dibuat sumur biopori. Selanjutnya dilakukan pengeboran tanah atau penggalian tanah sedalam kurang lebih 50 cm dan lebar 15 cm untuk memudahkan nantinya memasukkan pipa paralon kedalam tanah. Untuk hal selanjutnya adalah memasukkan kompos atau sisa sayuran yang organik. Pada pelaksanaanya Mahasiswa KKN Tim I undip 2024/2025 melakukan pembuatan sumur biopori sebanyak empat buah. Namun, tidak sampai pembuatan produk sumur biopori saja, mahasiswa KKN UNDIP juga memberikan panduan pembuatan sumur biopori serta manfaat yang di peroleh dengan adanya sumur tersebut serta untuk mengedukasi para warga Desa Sumberejo untuk manfaat sumur biopori.
Menurut Bapak Sulardi, S.I.P selaku Kepala Desa Sumberjo, pembuatan atau penyediaan sumur biopori sebagai sumur resapan sehingga dapat mengurangi ataupun menanggulangi masalah kekeringan yang terjadi pada musim kemarau selanjutnya pada Desa Sumberjo sehingga panen yang akan datang dapat berjalan maksimal. Selain itu pemberian panduan pembuatan juga dapat berfungsi agar masyarakat tahu cara pembuatan biopori dan dapat di contoh oleh masyarakat lainnya pada pekarangan rumah mereka.
Proses pelaksanaan pembuatan sumur biopori dilakukan pada Sabtu, 18 Januari 2025. Pembuatan dilakukan pada lokasi yaitu lapangan voli di belakang SDN 1 Sumberjo. Serta penyerahan poster panduan mengenai biopori dilakukan pada Senin, 20 Agustus 2025 diserahkan kepada Bapak Sulardi S.I.P selaku Kepala Desa Sumberjo. Harapan dari Tim I KKN UNDIP tahun 2024/2025 dengan adanya contoh penerapan sumur biopori serta panduan mengenai sumur biopori dapat mengurangi kekeringan pada musim kemarau dan dapat menumbuhkan kesadaran warga Desa Sumebrjo mengenai pentingnya sumur resapan biopori.
Penulis : Anggita Ni’matun Zulfa (Teknik Sipil Arsitektur, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro)
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) : Muhammad Ramdan, S.H., M.H.
Lokasi : Balai Desa Sumberjo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri