Mahasiswa Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur Teliti Inovasi Fiber Optik Pembuatan Dinding Beton Transparan

Seiring berkembangnya inovasi beton tidak hanya berfokus pada mutu dan biaya, tetapi juga fungsi dari beton itu sendiri. Salah satu inovasinya adalah beton tembus cahaya atau LTC (light transmittingconcrete). Beton tembus cahaya memiliki sifat mekanis dan kegunaan yang unik. Kemampuannya mentransmisikan cahaya mampu mengurangi kebutuhan energi pencahayaan. Terdapat penelitian terkait kekuatan material yang rendah dan pemaparan rasio serat optik yang optimal. Kesenjangan tersebut ditinjau melalui pengujian yang bertujuan menginvestigasi pengaruh rasio berbeda dari serat optik dalam pembuatan beton transparan terhadap kekuatan material dan sifat transmisi cahaya untuk pembuatan bangunan hijau. Beton transparan adalah salah satu jenis beton di era modern yang memiliki kemampuan untuk mentransmisikan cahaya eksternal ke dalam bangunan. Dengan menggunakan fiberoptic sebagai material transparan ke dalam beton menciptakan efek transmisi cahaya sendiri. Beton transparan dapat digunakan dalam aplikasi arsitektur dan kontruksi serta potensi mengurangi kebutuhan energi untuk pencahayaan ruangan. Dalam proes produksibya beton transparan terdiri dari pencampuran semen, agregat halus, dan fiber optic. Proporsi dan jenis fiber optic yang digunakan mempengaruhi tingkat transmisi cahaya.

Berdasarkan hasil uji kuat tekan beton transparan dengan campuran 1:3 semen dan pasir dan fiber optik 3%, 4%, dan 5% memiliki kuat tekan lebih dari K-100 sehingga aman jika dijadikan dinding ruangan, beton transparan dapat dijadikan bahan untuk dijadikan green building sesuai standar ringkasan greenshipv.10 GBCI dan SNI 6197:2011sistem pencahayaan karena mampu mentransmisikan cahaya, analisis pencahayaan alami bersifat fleksibel karena bergantung pada luas dinding dan luas ruangan.