Tanggapi Soal Kenaikan Tarif Tol, Ketua Program Studi Pilars di Undang sebagai Narasumber pada Interactive Focus Group Discussion di Noormans Hotel

Kenaikan tarif tol merupakan topik yang sensitif dan kompleks, melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, operator jalan tol, dan pengguna jalan. Selasa, 14 Mei 2024 bertempat di Noormans Hotel Semarang, telah dilakukan Interactive Focus Group Discussion untuk menanggapi Kenaikan Tarif Tol. Dalam kegiatan FGD ini menghadirkan beberapa narasumber seperti Supriyono (Direktur Utama PT. Semesta Marga Raya), Djoko Setijowarno (Pengamat Transportasi), Asri Nurdiana, S.T., M.T. (Dosen Sekolah Vokasi Undip), dan dimoderatori oleh Ir. Danang Atmojo, M.T.

Dampak kenaikan TOL juga dirasakan oleh beberapa lapisan masyarakat, terutama masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Namun, kenaikan tarif TOL juga diperlukan untuk menjaga dan pengembangan kualitas jalan tol dan kelancaran arus lalu lintas, yang perlu diimbangi dengan perbaikan layanan dan fasilitas pendukung bagi pengguna jalan tol. Penyesuaian tarif memang di butuhkan untuk penyesuaian kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sebagai contoh untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan tol berupa pekerjaan pemeliharaan zero pothole/patching, pemeliharaan marka jalan, pemeliharaan penerangan jalan umum (PJU), pekerjaan beautifikasi dan penataan lansekap, pekerjaan pemeliharaan rambu, median concrete barrier (MCB), reflector dan pengaman jalan tol, dan pekerjaan pemeliharaan saluran u-dicth serta pekerjaan pemeliharaan lainnya. Dimana biaya pemeliharaan tiap tahunnya juga terjadi penyesuaian harga, karena inflasi nilai rupiah. Penyesuaian harga ini karenaadanya penyesuaian UMP baik untuk pegawai perusahaan maupun dari sub pelaksana yang ditunjuk. Pemenuhan terhadap SPM merupakan kewajiban pengelola jalantol, dan diharapkan mencapai titik seimbang agar dapat meningkatkan willingness to pay dan ability to pay dari pengguna jalan tol.