Mahasiswa Pilars: Inovasi Pembuatan Plafon Ramah Lingkungan dengan Substitusi Serat Daun Nanas dan Serbuk Daun Tembakau

Indonesia merupakan negara dengan dua musim, yaitu musim kemarau dan hujan. Musimhujan dapat berpotensi menimbulkan jamur dan terjadi rembesan pada bagian konstruksi bangunan, salah satunya plafon. Plafon memiliki peran penting diantaranya untuk menjaga agar suhu akibat sinar matahari tetap stabil di dalam ruangan dengan menghantarkanu ap panas di ruang atap kemudian dialirkan ke ruang di bawahnya. Selain itu plafon juga melindungi ruangan dari rembesan air,serta meredam bunyi nyaring saat hujan berlangsung, dan menyembunyikan kabel instalasi listrik agar ruangan terlihat lebih rapi.

Selain mudah terdampak akibat masalah cuaca, plafon gipsum konvensional yang umumnya terbuat dari gipsum bersifat tidak tahan air, mudah rapuh, dan kekuatannya masih kurang. Gypsum sendiri merupakan salah satu mineral dari batuan sedimen yang merupakan bahan baku dari kapur tulis di mana gipsum mengandung 90 % CaSO4.H2O. Kualitas plafon dipengaruhi oleh material yang digunakan. Oleh karena itu, salah satu inovasi inovatif lain yang mungkin dilakukan adalah dengan menambahkan serat daun nanas dan serbuk daun tembakau. Hal ini disebabkan karena kandungan selulosa dari serat daun nanas sebanyak 69,5% -71,5% yang menyebabkan kuat lentur pada plafon lebih baik dibandingkan dengan plafon konvensional,sebesar10,53kg/cm2. Serat daun nanas sendiri tergolong serat yang kuat. Penggunaan serat yang kuat mampu menghasilkan kualitas plafon yang baik. Serat yang kuat juga memiliki fungsi sebagai penguat guna meningkatkan kuat tarik agar lebih daktail. Tidak hanya itu, penggunaan serat pada papan gypsum mampu mengubah sifat fisis dan papan mekanik. Sedangkan serbuk daun tembakau mengandung nikotin yang dapat berfungsi sebagai bahan antiserangga danjamur. Penambahan serat daun nanas dan serbuk daun tembakau pada pembuatan plafon Gypsum dapat diharapkan dapat menghasilkan plafon dengan kekuatan lentur dan sifat anti jamur yang lebih baik dibandingkan plafon konvensional serta lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah sebagai bahan substitusi penyusun plafon.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap plafon gipsum dengan penambahan serat daun nanas dan serrbuk daun tembakau dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Serat daun nanas dan serbuk daun tembakau dapat dimanfaatkan sebagai bahan subsitusi tepung gypsum dalam pembuatan plafon gypsum untuk interior rumah yang ramah lingkungan. Hal ini didukung dengan telah dilakukannya pengujian densitas, kuat lentur, penyerapan air, dan pengembangan tebal sesuai SNI01-4449-2006.
  2. Variasi A tanpa campuran serat daun nanas dan serbuk daun tembakau menghasilkan nilaidensitas1,526 g/cm3, nilai uji lentur 25,900 kgf/cm3, nilai pengembangan tebal 1, 65 %, dan nilai daya serap air sebesar 21,33%.
  3. Karakteristik pada variasi B dengan komposisi 2% serat daun nanas dan 1% serbuk dauntembakau.Variasi B menghasilkan nilai densitas1,538g/cm3,nilai uji lentur44,460kgf/cm3,nilai pengembangan tebal 2,78 %,dan nilai daya serap air sebesar 20,37%. Selain itu pada variasi B memiliki nilai kuat lentur sebesar71,66% lebih baik daripada plafon konvensional 0,79% lebih baik pada pengujian kepadatan dibandingkan plafon konvensional, serta 4,7% lebih baik dari nilai daya serap air pada plafon konvensional.