Mahasiswa Program Studi PILAR Teliti “EZZLEBLOCK”: Eco Puzzle Brick Kedap Air Sistem Interlock dengan Substitusi Limbah Plastik

Bata adalah material yang digunakan sebagai penyusun dinding dan terbuat dari tanah liat yang dibakar. Selaras dengan pembangunan infrastruktur tiap tahun yang semakin berkembang, penggunaan material ini juga meningkat. Pemilihan bata sebagai penyusun dinding mengharuskan penggunaan material lain berupa semen sebagai perekatnya. Hal ini tentunya menyebabkan penggunaan semen tetap tinggi, sehingga dampak negatif yang ditimbulkan olehnya tidak berkurang. Untuk itu, perlu diadakan upaya pengurangan penggunaan semen guna meminimalisasi dampak negatif tersebut. Sementara itu dilain hal, Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengguna plastik yang sangat tinggi. Tingginya jumlah penggunaan plastik di Indonesia sebanding dengan tingginya jumlah sampah yang dihasilkan. Sebagai solusi guna menjawab persoalan tersebut, maka diperlukan suatu inovasi yang dapat mengurangi penggunaan semen sekaligus memanfaatkan limbah plastik di Indonesia. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat campuran limbah plastik dan pasir menjadi bata interlock, disingkat Ezzleblock yang memiliki bentuk kuncian unik. Bentuk Ezzleblock memiliki sistem pengunci yang unik dan menjadi pembeda dengan bata lainnya serta memiliki bentuk dan dimensi yang belum pernah ada sebelumnya.

Berdasarkan hasil pengujian, “Ezzleblock” memiliki kuat tekan bruto rata-rata sebesar 97,38 Kg/cm2 sehingga lolos kriteria untuk mutu batako kelas II sesuai dengan SNI 03-0349-1989. Hasil uji daya serap air air rata-rata dari Ezzleblock sebesar 7,68% sehingga lebih rendah darip ada persentase yang diizninkan batako mutu kelas I yaitu maksimal 25%. Hasil uji pemasangan didapatkan rata-rata pengujian pemasangan batako konvensional selama 5 menit 43 detik, sedangkan pemasangan Ezzleblock selama 1 menit 29 detik. Dengan sistem interlock, Ezzleblock memiliki waktu pemasangan yang lebih cepat dibandingkan dengan batako konvensional dengan selisih waktu 4 menit 14 detik. Tanpa penggunaan perekat, Ezzleblock sangat ekonomis dibandingkan batako konvensional karena untuk kebutuhan per m2 membutuhkan biaya sebesar Rp 67.500-, sedangkan batako konvensional membutuhkan biaya sebesar Rp 80.292.